Sunday, 26 September 2010

Pengobatan dan Pencegahan Batu Saluran Kemih (BSK) Berulang

Harun Rasyid Lubis, * Rustam Effendi Ys, * Burhanuddin Nasution, **
Nurmansyah T,** Hasanui Arifin, *** Ahmad Yusuf.***
* Bagian llmu Penyakit Dalam, ** Bagian Patologi Klinik, *** Bagian Gizi
Fakultas Kedokteran USU / RS Dr. Pirngadi
Medan

PENDAHULUAN
Robertson dkk. (1) telah membuktikan di Inggris bahwa Batu Saluran Kemih (BSK) insidensnya meningkat dengan adanya peningkatan konsumsi protein hewani. Oleh karena itu besar sekali kemungkinan bahwa masalah BSK ini akan menjadi masalah yang semakin besar di Indonesia, sehubungan dengan perbaikan taraf hidup rakyat dengan adanya Program Perbaikan Gizi yang dilancarkan oleh Pemerintah. Harus pula diingat bahwa Indonesia terletak pada kelompok Negara didunia yang dilewati oleh Sabuk batu (Stone belt) (2). Telah dikemukakan pula bahwa kelompok masyarakat yang cenderung untuk memperoleh batu justru golongan masyarakat yang termasuk "elite" seperti para dokter dan para perwira angkatan bersenjata. Di antara para dokter, para ahli bedah dan anestesi dikenal mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi. (3) 
Sekitar 90% dari BSK adalah batu yang mengandung kalsium (4). Oleh karena itu banyak perhatian ditujukan kepada

No comments:

Post a Comment